IHSG Kembali Menguat Setelah Aksi Jual Bersih yang Akhirnya Terpatahkan

IHSG Indeks Harga Saham Gabungan

SuaraDemokrasi.com – Terjadinya aksi jual bersih atau net sell yang dilakukan para investor asing akhirnya terpatahkan di bursa perdagangan hari ini, Rabu (23/05). Menurut data Bursa Efek Indonesia, para investor asing telah membukukan aksi beli bersih atau net buy yang besarnya mencapai Rp 559,31 miliar di perdagangan hari ini.

Para investor asing telah melakukan aksi jual yang nilainya sekitar Rp 1,40 miliar lembar saham. Dimana lembar-lembar saham itu bernilai Rp 3,34 triliun. Tercatat 1,35 miliar lembar saham yang nilainya sekitar Rp 3,89 triliun telah dilakukan aksi jual oleh investor asing. Sehingga pada perdangan hari ini, secara keseluruhan tercapai total transaksi senilai Rp 8,92 triliun di lantai bursa. Aksi tersebut juga tercatat volume perdagangan yang sebesar Rp 9,03 miliar lembar saham.

Aksi jual bersih yang terpatahkan itupun berpengaruh pada Indeks Harga Saham Gabungan yang berhasil melanjutkan penguatannya. Di akhir perdagangan selama dua hari berturut-turut, IHSG ditutup menguat 0,71% atau menguat 40,88 poin yang berada di level 5.792. Selanjutnya IHSG dibuka dengan kabar gembira yakni kenaikan sebesar 0,23% atau 13,20 poin di level 5764,42.

Pada perdagangan hari Selasa, (22/5), IHSG mengalami rebound yang berakhir naik 0,30% atau 17,26 poin di level 5751,12. Pada sepanjang perdagangan di hari ini, IHSG kembali bergerak di level 5.764,31 – 5.850,54. Hari ini yang memperdagangkan saham sebanyak 581 dimana sebanyak 175 saham terdeteksi menguat, 203 saham melemah, dan 203 saham terlihat stagnan.

Bloomberg menyebutkan bahwa 6 dari 9 indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau. Dimana rinciannya dipimpin pada sektor finansial sebesar (+1,89%) dan konsumer sebesa (+1,13%). Di sektor tambang terlihat melemah sebesar 3,21% dan memimpin koreksi di tiga sektor lainnya.

Indikasi kekuatan IHSG ini menurut analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama dipengaruhi oleh meningkatnya faktor net buy. Hal tersebut tentu akan memberikan katalis positif akan menguatnya sektor yang ada kaitannya dengan penguatan IHSG tersebut.

Ditegaskan olehnya, bahwa jika dilihat dari perdagangan sebelum, terjadinya net sell membuat IHSG melemah. Hal itu juga dipengaruhi adanya sentimen eksternal. Sentimen eksternal ini yang memengaruhi pasar akhir-akhir ini. Dimana terjadinya tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang akan berpotensi suku bunga acuan sentral anjlok di AS.

(Sumber : http://market.bisnis.com/read/20180523/7/798917/aksi-jual-bersih-terpatahkan-ihsg-lanjutkan-penguatan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *