Hari Raya Waisak, 9 Orang Napi Mendapatkan Remisi Bebas

para biksu di Magelang

SuaraDemokrasi.com – Para napi yang beragama Budha mendapatkan remisi langsung bebas di hari raya Waisak tahun ini. Jumlah napi yang mendapatkan remisi tersebut adalah 9 orang napi. Remisi ini merupakan remisi khusus yang diberikan pada hari raya Waisak 2562 pada 29 Mei 2018 besok.

Melalui Kementrian Hukum dan Ham, pemerintah memberikan remisi khusus (RK) Waisak pada selasa (29/5) besok kepada 841 narapidana beragama Budha. 832 warga binaan mendapatkan pengurangan sebagian, dan 9 narapidana langsung bebas setelah mendapatkan remisi. Demikian seperti yang dikatakan Sub Bagian Publikasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Rika Apriyanti di dalam pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, pada Senin (28/5).

Dari 832 narapidana itu, sebanyak 145 narapidana menerima 15 hari, 516 orang napi menerima remisi 1 bulan, 151 orang menerima remisi 1 bulan 15 hari, dan 20 orang menerima remisi 2 bulan. Sementara dari 9 narapidana, 6 orang langsung bebas setelah menerima remisi 1 bulan remisi, dan 1 orang bebas setelah menerima 15 hari remisi, 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan.

Di dalam lembaga pemasyarakatan, jumlah narapidana yang beragama Budha serta di rumah tahanan berjumlah 2.806 orang. Lembaga Pemasyarakatan di Kantor Wilayah Sumatera Utara menyumbang jumlah tahanan tertinggi yaitu 157 narapidana dan diikuti 122 orang yang berada di LP Kalimantan Barat, dan sejumlah 115 orang narapidana di LP Jakarta.

Sri Puguh Budi Utami, selaku Dirjen Penjara mengatakan bahwa pengampunan berupa remisi ini telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, “Remisi diberikan kepada narapidana beragama Budha yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substansif. Misalnya telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak sedang menjalani hukuman disiplin, berkelakukan baik, dan turut aktif mengikuti program pembinaan lapas atau rutan.”

Diberikannya remisi pada hari raya Waisak 2018 ini tentunya juga telah menghemat biaya makan narapidana yang besarnya mencapai Rp 377.055 juta. Dimana rinciannya adalah biaya makan per orang per hari sebesar RP 14.700 dikalikan 25.650 hari tinggal yang bisa dihemat karena adanya remisi.

Adanya remisi ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para narapidana untuk selalu bersikap baik selama menjalani pidana. Kemudian tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran kembali, menyadari kesalahannya, serta mampu mempercepat untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.

(Sumber : https://www.antaranews.com/berita/714129/sembilan-narapidana-langsung-bebas-pada-hari-waisak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *