Ekonomi Kreatif Membantu Pertumbuhan Daerah [Kolom Afnan Hadikusumo]

Masalah pengangguran selalu dikaitkan dengan angkatan kerja yang baru saja masuk pada usia angkatan kerja. Sehingga pengangguran selalu tidak bisa lepas dari problematika kepemudaan. Namun jika kita jeli melihat peluang kerja, maka terdapat peluang terbukanya lapangan kerja melalui jalur ekonomi kreatif, yang meliputi subsektor industri periklanan (advertising); arsitektur; pasar barang seni; kerajinan; desain (design); pakaian (fashion); permaianan interaktif (game); music; seni pertunjukan; video, film dan fotografi; penerbitan dan percetakan; televisi dan radio serta riset dan pengembangan. Pemuda sebagai representasi manusia kreatif seharusnya mampu menangkap peluang ini menjadi usaha yang sustain di masa depan.  

Istilah Ekonomi Kreatif bisa dikatakan sebagai barang baru dalam wacana publik. Sekalipun nomenklatur ini telah menjadi salah satu dari unsur kementerian pada paruh kedua pemerintahan Presiden SBY, yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, tetap saja belum dikenal dengan baik oleh setiap kalangan masyarakat Indonesia. Di samping memang istilah ekonomi kreatif merupakan hal yang baru dalam literatur ekonomi, usaha untuk mensosialisasikan bidang ini pun tampak belum maksimal. Demikian disampaikan Afnan Hadikusumo selaku Ketua Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI, pada 13 Maret 2016.

Di Indonesia pembangunan sektor ekonomi kreatif tampak sangat cepat. Bila dibandingkan dengan negara maju semacam Inggris. Kasus Indonesia dalam hal pembinaan Ekonomi Kreatif cukup menarik. Ekonomi Kreatif muncul dari atas (from above) melalui kebijakan negara. Tetapi bukan berarti kegiatan ekonomi kreatif baru muncul seiring dengan kebijakan pemerintah tersebut. Ekonomi Kreatif telah lama tumbuh dan berkembang di masyarakat, namun secara khusus mendapat perhatian dan pembinaan yang kuat dari pemerintah baru dimulai pada era pemerintahan SBY.

Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif karena berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah diantaranya : Memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, Menciptakan Iklim bisnis yang positif, Membangun citra dan identitas bangsa, Mengembangkan ekonomi berbasis kepada sumber daya yang terbarukan, Memberikan dampak sosial yang positif. Prospek ekonomi dari sektor Ekonomi Kreatif sangat besar, ini didukung dengan kekayaan dan keanekaragaman kebudayaannya di berbagai daerah serta pasar yang besar 250 juta jiwa penduduk.

Meskipun begitu, pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia berjalan lamban akibat masih lemahnya dasar hukum yang digunakan sebagai landasan pijak untuk menjalankan program-program kementerian terkait, sebab hanya berpatokan pada Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 serta Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Rencana Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2012-2014, padahal Inpres dan Permen tidak masuk dalam tata urutan perundang-undangan di Indonesia. Sedangkan Perpres Nomor 92 Tahun 2011 berisi tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara yang tidak ada kaitannya secara langsung dengan persoalan ekonomi kreatif.

Selain persoalan di atas, produk design, dari buku hingga baju, terus menjalar ke mana-mana. Kebanyakan dipasarkan dengan cara sederhana, misalnya melalui internet, media sosial, hingga dari mulut ke mulut. Sampai saat ini, Indonesia belum memiliki kompleks industri kreatif, baik dari kegiatan produksi maupun pemasaran. Penting kiranya, pemerintah membangun suatu kompleks dan fasilitas industri kreatif, dimana masing-masing aktor dan unsur industri kreatif mudah saling berkolaborasi dan mudah pula mempertemukan produsen-konsumen industri kreatif. Untuk kompleks semacam itu, perlu didesign sedemikian rupa, sehingga merefleksikan karakteristik dan kebutuhan khusus dari industri kreatif. Orang-orang kreatif akan hidup dan berkembang di dalam habitat yang juga kreatif.

Atas dasar itulah maka PPUU DPD RI pada Program Legislasi Nasional tahun 2016 menempatkan RUU Ekonomi Kreatif dalam daftar usulan RUU inisiatif DPD RI, dan berhasil masuk dalam long list Prolegnas yang disepakati Pemerintah, DPR serta DPD.

Penulis :
Muhammad Afnan Hadikusumo
Anggota  DPD RI perwakilan Provinsi DIY periode tahun 2014 – 2019
Calon anggota DPD RI perwakilan Provinsi DIY periode tahun 2019 – 2024
Web : http://afnanhadikusumo.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *