Desakan Inggris Kepada Trump untuk Selamatkan Perjanjian Nuklir Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump didesak oleh Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson yang kala itu rela segera terbang ke Washington agar Trump tidak mengacuhkan kesepakatan yang sudah direncanakan guna mencegah Iran berkuasa penuh atas senjata nuklir.

SuaraDemokrasai.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump didesak oleh Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson yang kala itu rela segera terbang ke Washington agar Trump tidak mengacuhkan kesepakatan yang sudah direncanakan guna mencegah Iran berkuasa penuh atas senjata nuklir.

Kepada Uni Eropa dan Inggris, AS telah memberikan tenggat waktu hingga 12 Mei 2018 nanti agar segera memperbaiki apa yang Trump sebut sebagai “cacat” perjanjian nuklir Iran. Bahkan Trump sempat mengkritik kesepakatan nuklir tahun 2015 itu sebagai hal yang “gila”.

Trump, seperti yang dilansir dari laman Antara News, kepada Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Sabtu pekan lalu telah menggarisbawahi komitmennya untuk memastikan Iran tidak akan menguasai segala persenjataan nuklir.

Pada sebuah kesepakatan bersejarah yang telah ditandatangani oleh AS, Inggris, China, Rusia, Perancis, Jerman dan Iran tersebut, Teheran juga telah menyatakan kesediaannya untuk membatasi aktivitas nuklir namun dengan pencabutan sanksi ekonomi sebagai gantinya.

Berbeda dengan yang lain, Trump malah mengancam akan menarik diri dari kesepakatan nuklir tersebut hingga “diatasinya cacat-cacat dalam kesepakatan berbahaya itu”.

Sementara itu, Iran juga akan keluar dari kesepakatan nuklir tersebut dengan negara adidaya di dunia jika saja AS memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian tersebut, ungkap seorang penasihat senior pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, pada Kamis (03/05/2018) lalu.

Johnson akan mengadakan pertemuan bersama Wakil Presiden AS Mike Pence, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton serta para pemimpin kebijakan luar negeri di Kongres.

Menjelang lawatannya ke Washington itu, Johnson juga menyatakan bahwa selama ini Inggris dan AS selalu sejalan dan sepemikiran dalam berbagai masalah terkait kebijakan luar negeri, diantaranya dalam peracunan di Salisbury dan senjata kimia yang mematikan di Suriah.

“Inggris, AS, dan mitra-mitra Eropa juga bersatu dalam upaya  kita mengatasi perilaku-perilaku Iran yang membuat kawasan Timur Tengah menjadi kurang aman, dari aktivitas sibernya, dukungannya terhadap kelompok-kelompok seperti Hizbullah, dan program peluru kendalinya yang berbahaya yang mempersenjatai misili Houthi di Yaman,” pungkas Johnson seperti dikutip dari laman BBC.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/707448/rayu-trump-inggris-mati-matian-selamatkan-perjanjian-nuklir-iran

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *