Debat Kedua Provinsi Jateng, Ganjar Siap Bahas Mengenai Korupsi E-KTP

Calon Gubernur Provinsi Jawa Tengah dari Petahana, yaitu Ganjar Pranowo memberikan penyataan tentang kesiapannya jika diajak beradu debat mengenai perkara korupsi E-KTP. Ia juga siap untuk memberikan semua data yang ada.

SuaraDemokrasi.com – Calon Gubernur Provinsi Jawa Tengah dari Petahana, yaitu Ganjar Pranowo memberikan penyataan tentang kesiapannya jika diajak beradu debat mengenai perkara korupsi E-KTP. Ia juga siap untuk memberikan semua data yang ada.

Dikutip dari kompas.com “Pertanyaan E-KTP kemarin (debat pertama) itu kan sebenarnya mau nyindir korupsinya. Padahal kalau mau nyindir korupsinya dibuka saja. Kalau mau kita mau berdebat soal korupsinya saya juga siap. Saya kasih data-data semuanya,” kata Ganjar yang pada hari Kamis tanggal (3/5/2018).

Ganjar kala itu ditanya mengenai kesiapan dalam mengikuti debat yang kedua mengenai passion Cagub dan Cawagub di Pilkada Jateng 2018 yang akan diselenggarakan di Hotel Best Wastern Premier Solo Baru, Sukoharjo, dimulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB. Tema debat tersebut tentang pelayanan publik serta bidang perekonomian.

Dia mengakui, pertanyaan tentang E-KTP pada debat pertama memiliki tujuan untuk memukul psikologinya. Namun ia juga menyayangkan pertanyaan tersebut hanya sebatas sindiran. “Apakah benar, terbukti apa tidak. Mari kita buka satu-satu. Itu sebenarnya ke sana. Larinya ke sana. Kan mau mukul psikologi saya. Sayangnya itu hanya sindiran saja. Maka pertanyaannya terjebak,” ujar Ganjar.

Mengenai data berapa warga Jateng yang telah merekam E-KTP serta tercetak KTP-nya, Ganjar memberikan pernyataan, sehari pasca debat Pilkada pertama ia mengungkap data dari setiap kabupaten itu melalui cuitan di akun Twitter miliknya.

Setelah data tersebut terungkap, si penanya hanya menyampaikan terima kasih. Ganjar telah mengaku, dirinya tidak langsung menyampaikan jumlah warga yang telah menerima E-KTP karena dirinya bukanlah dinas yang menangani. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ia harus membaca data supaya dibilang tidak mengarang dalam menjawab.

Dikutip dari kompas.com, “Makanya saya bilang lupa itu boleh tapi ngawur jangan. Agar tidak ngawur, maka harus baca data. Ini ada kecerdasan yang mesti kita uji dan kita tampilkan pada publik,” penjelasan Ganjar.

Terkait masalah E-KTP yang tidak tercetak serta prosesnya lambat, Ganjar menyebut itu disebabkan blangko KTP gagal lelang. Dengan demikian, jika pembuatan E-KTP harus jadi dalam waktu jadi, maka rumusnya pastikan dulu blangko telah ada di tingkat kabupaten serta diberikan stok tambahan. “Perlu stok tambahan kalau ada KTP rusak, pindah, dan warga sudah berumur 17 tahun,” ucap Ganjar.

 

 

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2018/05/03/15165141/debat-kedua-pilkada-jateng-ganjar-siap-bahas-soal-korupsi-e-ktp

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *