Capai 48.000 Dollar AS, Ekspor Gula Semut Nasional Meningkat 27 Persen

Industri gula merah bubuk atau gula semut dalam negeri kini mulai terlihat bangkit. Pasalnya dalam kurun waktu empat tahun terakhir, permintaan ekspor terhadap gula semut mencapai angka 27 persen

SuaraDemokrasi.com – Industri gula merah bubuk atau gula semut dalam negeri kini mulai terlihat bangkit. Pasalnya dalam kurun waktu empat tahun terakhir, permintaan ekspor terhadap gula semut mencapai angka 27 persen.

Pada pasar Internasional seperti yang dikatakan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto minat produk gula semut merah semakin besar dengan nilai ekspor yang mencapai 48.000 dollar AS pada tahun 2017 yang meningkat dari sebelumnya hanya 34,7 ribu Dollar AS pada 2014.

Mengutip Kompas.com, dari keterangan tertulisnya, Rabu (09/05/18), Airlangga mengatakan, “Eksporula semut ini memiliki potensi yang bagus untuk mendorong perekonomian kita. Terlebih lagi, seperti di Purworejo yang memiliki sumber bahan baku cukup banyak berupa pohon kelapa atau pohon aren”.

Penghasil gula semut terbanyak, menurut catatan Kemenperin, Kabupaten Purworejo adalah salah satu daerah yang mempelopori  penghasil gula semut di Jawa Tengah. Koperasi Wanita Srikandi sebagai pengelolanya, memperkirakan produksi gula semutnya sebanyak 75 ton perbulan.

“Meski pengolahannya masih banyak dilakukan secara konvensional, namun produk gula semut telah berhasil menembus pasar ekspor ke beberapa negara seperti Amerika, Eropa, Srilanka, Australia dan Jepang,” ujar Airlangga.

Melonjaknya permintaan ekspor ini tak lepas dari upaya para produsen gula semut dalam negeri yang senantiasa meningkatkan terus produktivitasnya serta selalu memperhatikan kualitas produknya.

“Gula semut ini juga dibutuhkan banyak di Indonesia, terutama untuk bahan baku pembuatan kecap manis. Jadi, selama masih ada gado-gado atau sate, gula semut pasti terus dibutuhkan,” terang Airlangga.

Selain itu, Kemenperin juga telah memfasilitasi mesin serta peralatan lainnya yang mendukung produksi gula semut kepada koperasi pengolah industri gula semut di Purworejo untuk bisa meningkatkan daya saingnya.

Airlangga melanjutkan, “Kami memberikan bantuan berupa mesin dan peralatan pengolahan gula semut dan mesin pengemas minyak goreng kelapa kepada Koperasi Wanita Srikandi”.

Menurut Airlangga, sebenarnya tidak hanya gula semut saja karena Purworejo juga memiliki komoditas minyak goreng kelapa yang tinggi.

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/05/09/110000926/melonjak-27-persen-ekspor-gula-semut-nasional-capai-48.000-dollar-as

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *