Wali Kota Nonaktif Kota Tegal, Siti Masitha Menangis Pasca Vonis 5 Tahun Penjara

Siti Masitha Soeparno selaku Wali Kota nonaktif Tegal mendapatkan vonis 5 tahun hukuman penjara dari hakim. Vonis tersebut berasal dari adanya kasus supa yang menjeratnya ketika masih jadi orang nomor satu dari Kota Tegal.

SuaraDemokrasi.com – Siti Masitha Soeparno selaku Wali Kota nonaktif Tegal mendapatkan vonis 5 tahun hukuman penjara dari hakim. Vonis tersebut berasal dari adanya kasus supa yang menjeratnya ketika masih jadi orang nomor satu dari Kota Tegal.

Meskipun begitu, ternyata keputusan dari hakim tersebut belum memiliki kekuatan hukum yang tetap. Jaksa KPK pun tetap mengajukan upaya memikirkannya selama sepekan agar bisa menanggapi keputusan yang sudah dibacakan oleh hakim saat sidang pada Pengadilan Tipikor Kora Semarang di hari Senin, (23/4/2018).

Setelah selesai pembacaan putusan, terdakwa yang sedang memakai baju berwarna putih dan juga kerudung hitam pun dihampiri oleh pihak keluarga. Siti Masitha kemudian tidak kuasa menahan haru dan secara tiba-tiba air mata keluar dari kelopak matanya. Terdakwa kembali tenang bersama keluarganya.

Joko Hermawan selaku Jaksa dari KPK menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menanggapi putusan tersebut, karena masih ada banyak pertimbangan majelis hakim yang mana butuh adanya kajian.

Beberapa kajian tersebut adalah masalah yang berkaitan dengan penolakan atas pencabutan hak atas politik, pengurangan vonis hukuman, hingga adanya barang bukti tambahan. Dikutip dari Kompas.com, “Kami pikir-pikir karena akan kami kaji putusan itu,” ujar Joko setelah selesai sidang.

Di dalam putusan hakim, Siti Mashita didakwa telah menerima uang suap sebanyak Rp 7 Milliar. Tetapi, dari jumlah dan besarnya uang itu, uang suap yang dinikmatinya hanya sejumlah Rp 500 juta saja.

Sebagai rincian dari uang yang dipakainya, sejumlah Rp. 85 juta sudah dikembalikan oleh pihak Siti Mashita. Uang tersebut dipergunakan untuk membiayai pengobatan di Rumah Sakit Siloam Jakarta.

Siti Masitha Soeparno divonis  selama 5 tahun penjara beserta denda Rp 200 juta atau yang setara dengan 4 bulan di dalam kurungan. Siti Masitha memang sudah terbukti menerima suap yang mana diatur pada Pasal 12 Huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah serta diganti jadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

 

 

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2018/04/23/14241251/divonis-5-tahun-penjara-wali-kota-tegal-nonaktif-menangis

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *