Tindakan Tegas BPJS Menanggapi Para Pelaku Usaha di Wilayah Jakarta Timur yang Tidak Taat Aturan

Pihak BPJS Ketenagakerjaan akan segera memberikan tindakan yang tegas atas pelaku usaha di Jakarta Timur yang saat ini masih bandel sebab mereka tidak kunjung mendaftarkan dirinya menjadi peserta di BPJS Ketenagakerjaan, pembayaran iuran BPJS yang menunggak dan juga memenuhi ketentuan dari peserta Program BPJS.

SuaraDemokrasi.com – Pihak BPJS Ketenagakerjaan akan segera memberikan tindakan yang tegas atas pelaku usaha di Jakarta Timur yang saat ini masih bandel sebab mereka tidak kunjung mendaftarkan dirinya menjadi peserta di BPJS Ketenagakerjaan, pembayaran iuran BPJS yang menunggak dan juga memenuhi ketentuan dari peserta Program BPJS.

Beberapa perusahaan yang tidak patuh ini akan diberikan tindakan yang tegas sesuai UU Republik Indonesia pada Nomor 24 Tahun 2011 mengenai Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial. Dari Pasal 55 menegakkan adanya hukuman pidana penjara delapan tahun atau hukum pidana denda sebanyak satu Miliar rupiah.

“Di tahun ini, kami akan lebih agresif dalam memastikan bahwa Badan Usaha yang membandel ini wajib patuh dan juga sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami juga telah mempersiapkan sebanyak 6000 perusahaan untuk mendapatkan proses,” kata Kepala dari Kantor BPJS Cabang Rawamangun bernama Deny Yusylian dikutip dari kompas.com.

Untuk informasi BPJS di Cabang Rawamangun dan juga bersama Kejaksaan Negeri bagian Jakarta Timur akan melakukan kerja sama untuk menegakkan hukum dan juga kepatuhan kepada semua peserta BPJS.

Kepala dari Kantor BPJS Deni Yusyulian juga memberikan penyataan tambahan bahwasanya upaya untuk memberikan perlindungan atas jaminan sosial untuk kelangsungan tenaga kerja terus menerus dilakukan oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan.

Tindakan BPJS tersebut ternyata juga senada dengan adanya semangat dari pemerintah Indonesia untuk memberikan pelayanan demi kesejahteraan rakyat dan juga memberikan dukungan penuh atas program dari Pembangunan Nasional.

Sedangkan Kepala Kejaksaan dari wilayah Jakarta Timur yang bernama Teuku Rahman juga memberikan tambahan pernyataan bahwasanya pihaknya yaitu Kejaksaan siap untuk melakukan sebuah kerja sama dengan pihak BPJS dalam melakukan tidak proses beberapa badan usaha yang mana dirinya belum terdaftar sebagai peserta dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Selain tindakan bagi yang belum mendaftarkan diri, kedua pihak juga akan bekerja penuh untuk memberikan tindakan yang tegas bagi badan usaha atau perusahaan yang belum sama sekali memenuhi aturan yang ada dalam kepersertaan dari semua anggota peserta BJPS Ketenagakerjaan terutama untuk wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya.

 

 

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/09/212800026/bpjs-ketenagakerjaan-akan-tindak-pelaku-usaha-di-jaktim-yang-bandel

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *