Tak Sejalan Lagi, Donald Trump Kembali Pecat Anak Buahnya

Donald Trump kini kembali membuat frustasi hebat Kepala Staff Gedung Putih John Kelly ketika dengan dipecatnya Menteri Urusan Veteran David Shulkin yang diumumkan pemecatannya akhir bulan Maret lalu di akun twitter resmi Donald Trump. Dalam tweet-nya, Donald Trump menunjuk dokter pribadinya di Gedung Putih Ronny Jackson sebagai pengganti David Shulkin

SuaraDemokrasi.com – Dikutip dari ANTARA News, bahwasannya Donald Trump kini kembali membuat frustasi hebat Kepala Staff Gedung Putih John Kelly ketika dengan dipecatnya Menteri Urusan Veteran David Shulkin yang diumumkan pemecatannya akhir bulan Maret lalu di akun twitter resmi Donald Trump. Dalam tweet-nya, Donald Trump menunjuk dokter pribadinya di Gedung Putih Ronny Jackson sebagai pengganti David Shulkin.

Seperti tertulis oleh Washington Post dalam sebuah lamannya, bahwa Menteri Pertahanan James Mattis dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirsten Nielsen sampai turun tangan untuk menenangkan frustasinya John Kelly. Kabar tersebut ditulis The Post setelah mewawancarai orang kepercayaan presiden, belasan pejabat pemerintah serta penasihat presiden.

Sebenarnya bukan hanya David Nielson yang dicopot jabatannya oleh Trump, namun beberapa pejabat pun pernah “ditendang” keluar oleh Trump. Seperti dilansir pada laman Liputan6.com, bahwa Trump juga memberhentikan Direktur FBI James Comey pada 10 Mei 2017, Jaksa AS Preet Bharara, dan Jaksa Agung Sally Yates pada 31 Januari 2017 lalu.

Sebelumnya CNN juga pernah melaporkan terkait tegangnya hubungan Trump dan Kelly. Tak terkecuali seperti yang dikatakan oleh beberapa orang yang tahu masalah ini tentang fakta bahwa John Kelly pun pernah diancam untuk mundur dari kursinya dikarenakan berselisih paham dengan Trump.

Namun Kelly menepis anggapan tersebut dengan mengatakan kepada para koleganya bahwa dia yakin memang sudah tugasnya membantu Presiden Trump dalam mengimplementasikan agendanya.

Trump-pun telah mem-by pass usaha John Kelly dalam mengendalikan presiden dalam berbagai cara, seperti pada soal pengambilan kebijakan, pergantian staff dan pembicaraan bersama para pemimpin asing.

Bahkan Kelly sendiri sangat ingin untuk mendisiplinkan dan meng-handle proses pembuatan kebijakan, termasuk dalam urusan implementasi kebijakan tersebut dan menunjuk Chris Liddel sebagai wakilnya.

Bulan lalu juga pernah beredar rumor tentang dikeluarkannya Kelly dari lingkaran kekuasaan Trump. Namun John Kelly menepis semua rumor tersebut dengan berkata “saya ada di dalam,” yang kemudian ungkapan tersebut dibenarkan oleh para penasihat Donald Trump bahwasannya Kelly memang 100 persen aman.

Menurut The Post, meskipun tak jelas atas alasan apa Kelly kesal dan pernah berkata “Saya keluar saja, kawan-kawan,” kemungkinan ungkapan tersebut muncul karena ancaman Trump yang akan memecatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *