Tak Ada Komputer Saat UNBK, Sekolah di Kupang Meminjam Laptop Siswa

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang pertama kali dicetuskan pada tahun 2014 lalu, kini telah diikuti oleh Indonesia dan berlaku untuk semua Sekolah yang ada. UNBK memang harus memaksa peserta ujiannya menggunakan komputer sebagai medianya.

SuaraDemokrasi.com – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang pertama kali dicetuskan pada tahun 2014 lalu, kini telah diikuti oleh Indonesia dan berlaku untuk semua Sekolah yang ada. UNBK memang harus memaksa peserta ujiannya menggunakan komputer sebagai medianya.

Namun tidak semua sekolah memiliki fasilitas Komputer yang memadai seperti pada sebuah SMA Negeri 3 Kupang, NTT. Karena terbatasnya jumlah perangkat komputer, pihak sekolah terpaksa meminjam laptop milik siswa untuk mengikuti UNBK tersebut.

Seperti yang dilansir dalam laman Kompas.com, Kepala SMA Negeri 3 Kupang mengatakan bahwa UNBK yang diselenggarakan di sekolahnya diikuti oleh 719 siswa. Tapi karena keterbatasan perangkat komputer dan ruangan, peserta ujiannya lantas dibagi dalam tiga sesi. Pada sesi pertama dilaksanakan pada pukul 07.00-09.30 WITA, dilanjut sesi kedua pada pukul 10.00-12.30 WITA, dan terakhir sesi ketiga pada pukul 13.30-16.00 WITA.

Dalam mengikuti UNBK, siswa dibagi menjadi sembilan ruangan, tiga dari ruang laboratorium dan sisanya di ruangan kelas.

“Untuk ujian di ruang kelas, kami meminjam laptop siswa yang akan digunakan selama pelaksanaan ujian yang berlangsung sampai Kamis (12/4/2018) mendatang,” kata Kepala SMA Negeri 3 Kupang Selfina Dethan.

Selfina menambahkan, bahwa menurutnya pihak sekolah juga telah menyiapkan dua laptop untuk cadangan pada masing-masing ruangan guna mengantisipasi apabila terjadi gangguan pada laptop selama ujian berlangsung.

Untuk pengawasan, di SMA Negeri 3 Kupang diawasi oleh teknis dan proktor selama pelaksanaan ujian. Selfina juga menuturkan bahwa pengawasan oleh proktor serta teknis tersebut bertugas untuk mengatur lalu lintas data menuju server pusat supaya berjalan lancar dan tidak ada gangguan pada jaringan internetnya.

Terkait masalah kekurangan perangkat komputer untuk UNBK, ternyata hal senada juga dialami oleh dua SMA di Kepulauan Riau, Batam. Bahkan kedua sekolah tersebut menumpang ujian ke sekolah lain karena tidak memiliki fasilitas komputer yang memadai.

“Ada dua sekolah yang pelaksanaan UNBK-nya menumpang, namun pastinya sekolah mana saja, saya belum mendapatkan laporan pasti,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kepri Arifin Nasir, Senin (09/4/2018)

Dua sekolah tersebut salah satunya adalah SMAN 5 Batam yang menumpang ujian di gedung SMKN 1 Batam.

Sumber : https://regional.kompas.com/read/2018/04/09/22150091/komputer-terbatas-sekolah-di-kupang-pinjam-laptop-siswa-saat-unbk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *