Sutradara Dibalik Pertemuan Antar Dua Korea

Suasana Haru yang menyelimuti perasaan seorang pria kala menyaksikan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in yang pada Jumat (27/04/2018) mengumumkan perjanjian bersejarah. Pria itu ialah Suh Hoon, seseorang yang selama 20 tahun belakang ini terus mengupayakan tanpa lelah dialog antar dua Korea yang bersaudara namun saling bermusuhan itu.

SuaraDemokrasi.com – Suasana Haru yang menyelimuti perasaan seorang pria kala menyaksikan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in yang pada Jumat (27/04/2018) mengumumkan perjanjian bersejarah. Pria itu ialah Suh Hoon, seseorang yang selama 20 tahun belakang ini terus mengupayakan tanpa lelah dialog antar dua Korea yang bersaudara namun saling bermusuhan itu.

Setelah hampir 18 tahun, Pejabat Intelijen Korea Selatan, Suh Hoon, menyambangi Pyongyang guna membujuk pemimpin dari Korea Utara yang saat itu adalah Kim Jong Il agar bersedia menghadiri KTT pertama pada tahun 2000 di ibu kota Korea Utara, ia pun menyaksikan ikrar janji perdamaian oleh putra Kim di Semenanjung Korea yang disampaikan tepat di sebelah selatan perbatasan yang sangat  dijaga ketat oleh militer, pada Jumat (27/04/2018).

Sebagaimana dilansir dari laman Antara News.com, Jumat itu merupakan kali pertamanya seorang pemimpin Korea Utara menginjakkan kakinya di tanah Korea Selatan sejak terjadinya Perang Korea pada 1950-1953 yang akhirnya membaginya menjadi dua negara yang secara teknis hingga kini masih berstatus perang.

Tonggak bersejarah tersebut terjadi tak ada satu tahun dari penunjukan Suh Hoon oleh Presiden Korea Selatan Moon sebagai kepala Dinas Intelijen Nasional. Pemilihan tersebut karena Mooh merasa bahwa Suh Hoon adalah orang yang tepat untuk menghangatkan kembali hubungan dari kedua Korea yang menegang akibat dari ambisi peluru kendali nuklir oleh Korea Utara.

Secara pribadi, Suh juga telah membantu pertemuan antara dua pemimpin Korea sebelumnya pada tahun 2000 dan 2007, yang juga dianggap sebagai pakar utama bagi Korea Utara. Ia pun dikenal sebagai salah satu orang dari Korea Selatan yang paling kerap bertemu dengan mendiang pemimpin Korea Utara Kim Jong Il.

Tidak hanya itu, mantan Menteri Unifikasi Lee Jong-seok yang bersama Suh mengunjungi Pyongyang pada 2003 sebagai utusan khusus presiden Korsel saat itu, yang dalam memoarnya 2014 melontarkan sebutan Suh sebagai “Negosiator Nomor Satu dengan Korea Utara”

Selain itu, dilansir dari Reuters, seorang peneliti Institut Studi Korea Utara di Seoul, Seo Yu-suk menyebutkan dalam kalimatnya, bahwa Suh merupakan tokoh utama intelijen Korea Utara yang tergambar jelas pada pertemuan tersebut sebagai aktor yang berperan penting dalam pertemuan dua Korea.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/705688/mengenal-sutradara-di-belakang-pertemuan-dua-korea

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *