Skema Padat Karya Tunai untuk Bedah Rumah

Sejumlah 180 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditargetkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera diperbaiki dengan skema Padat Karya Tunai

SuaraDemokrasi.com – Sejumlah 180 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditargetkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera diperbaiki dengan skema Padat Karya Tunai.

Program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sebelumnya diupayakan guna mengurangi jumlah RTLH. Akan tetapi, pada 2018 ini pelaksanaan program BSPS akan diganti menggunakan skema Padat Karya Tunai (PKT) dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 3,2 triliun.

Dalam rilisnya, Rabu (11/04/18), Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan, “Tahun ini program BSPS menjadi bagian dari program Padat Karya Tunai. Perbedaannya, jika pada tahun lalu dana yang disalurkan seluruhnya untuk pembelian bahan bangunan, sekarang ada alokasi upah pekerja yang berasal dari masyarakat setempat.”

Untuk 2018 di Kabupaten Sukabumi, sudah ada 748 RTLH di 11 Desa yang ditargetkan oleh Kementrian PUPR untuk segera ditangani dengan alokasi dana sebesar Rp 11,2 miliyar. Anggaran tersebut mencakup dari komponen bahan bangunan sebesar Rp 9,8 miliyar dan Rp 1,8 miliyar untuk upah pekerja. Di Sukabumi tersebut jumlah RTLH yang harus ditangani telah meningkat sebanyak dua kali lipat.

Sementara itu, di Provinsi Jawa Barat, anggaran yang dialokasikan oleh Kementrian PUPR sebesar Rp 294,9 miliyar untuk bedah rumah Padat Karya Tunai yang terbagi menjadi 19.660 unit. Selain Jawa Barat, untuk Provinsi Sumatera Barat, Kementrian PUPR-pun melaksanakan BSPS. Adapun lokasi untuk PKT bedah rumah tersebut tersebar untuk 12 Kabupaten dengan anggaran Rp 97,5 miliyar dan target RTLH sejumlah 6.350 unit.

Dengan adanya program ini, akan memberikan peluang kerja untuk 162.500 hari orang bekerja untuk porsi anggaran atau upah sebesar Rp 16,2 miliyar.

Dalam pelaksanaannya nanti, program bedah rumah Padat Karya Tunai, untuk mengantisipasi kebingungan (tentang bedah rumah) masyarakat atau penerima bantuan juga akan didampingi oleh tenaga fasilitator dengan harapan dapat memberikan bimbingan, solusi, serta motivasi untuk penerima program tersebut sejak dari penyusunan proposal hingga urusan administrasi kegiatan.

Sumber: http://properti.bisnis.com/read/20180411/48/783047/skema-bedah-rumah-diganti-padat-karya-tunai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *