Selat Taiwan Dijaga, Kapal Sipil Dilarang Melintas

Saat latihan menembak yang digelar oleh  pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) di Selat Taiwan, tepatnya di wilayah perairannya, dikeluarkanlah peringatan otoritas setempat kepada kapal sipil yang dilarang melintas.

SuaraDemokrasi.com – Saat latihan menembak yang digelar oleh  pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) di Selat Taiwan, tepatnya di wilayah perairannya, dikeluarkanlah peringatan otoritas setempat kepada kapal sipil yang dilarang melintas.

Dikutip dari laman ANTARA News, telah dikeluarkan peringatan oleh Badan Keamanan Maritim (MSA) Fujian, bahwa latihan menembak yang digelar dengan menggunakan peluru yang berada di selat Taiwan dimulai dari pukul 08.00 waktu setempat atau 07.00 WIB sampai tengah malam pada hari Rabu (18/04/2018).

Berdasarkan kutipan dari Global Times, Kamis (19/04/18), bahwa selama latihan menembak tersebut berlangsung, tak terkecuali kapal-kapal sipil juga dilarang melintas di wilayah latihan itu.

Diselenggarakannya latihan tersebut, sebenarnya tidak hanya sebagai peringatan terhadap kelompok yang prokemerdekaan saja, melainkan juga terhadap Amerika Serikat (AS) yang semakin intensif dalam menjalin komunikasi dengan pemerintahan pulau yang berpenduduk sejumlah 34 juta jiwa tersebut, ungkap Direktur Chineese Academy of Sosial Science Institute of Taiwan Studies Yu Keli.

Waktu latihan yang terbatas, serta lokasinya yang lebih dekat dengan Fujian Ketimbang Taiwan sendiri, menurut rilis yang dikeluarkan oleh pihak MSA Fujian, menunjukkan bahwasannya China tidak ingin lebih memperburuk situasi antara lintas – Selat Taiwan.

Taiwan juga terus di desak oleh China agar mematuhi prinsip-prinsip Konsensus 1992 terkait Kebijakan satu China. Tidak hanya itu, China juga menentang Taiwan yang selalu mengupayakan kemerdekaan dan lebih menganggapnya sebagai suatu provinsi yang membangkang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MOFA) Hua Chunying juga mengecam atas kunjungan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen ke Swaziland pada Selasa (17/04/2018), dimana kunjungan tersebut merupakan kunjungan ke Afrika yang pertama kali sejak menjabat.

Dikutip dari laman MOFA, Hua Chunying mengatakan, “Kami berharap negara-negara di Afrika telah memahami trend yang berkembang di dunia dan bergabung dengan keluarga besar kami dalam kerja sama kemitraan China – Afrika.”

Dua Negara Afrika, Sao Tome and Principe dan Gambia, yang sebelumnya telah menjalin hubungan kerja sama dengan Taiwan, kini beralih ke China sejak dua tahun yang lalu. Bahkan belakangan ini, Amerika Latin, Panama juga membangun hubungan diplomatik dengan China, setelah sebelumnya dengan Taiwan.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/702783/kapal-sipil-dilarang-lintasi-selat-taiwan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *