Selamatkan Perjanjian Nuklir Iran, Macron Kunjungi AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Senin (23/04/2018) waktu AS, mengadakan upacara penyambutan yang meriah untuk kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang kemungkinan besar diawal kunjungan kenegaraannya ke Washingrton akan didominasi dengan perbedaan sikap antara kedua negara tersebut mengenai perdagangan serta perjanjian nuklir.

SuaraDemokrasi.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Senin (23/04/2018) waktu AS, mengadakan upacara penyambutan yang meriah untuk kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang kemungkinan besar diawal kunjungan kenegaraannya ke Washingrton akan didominasi dengan perbedaan sikap antara kedua negara tersebut mengenai perdagangan serta perjanjian nuklir.

Pemerintahan Iran, sewaktu Macron dalam perjalanannya menuju Amerika Serikat, telah mendesak kepada para pemimpin Eropa untuk lebih meyakinkan Donald Trump agar tidak menggagalkan kesepakatan antara negara Iran dan enam negara besar lainnya pada tahun 2015 lalu.

Sebagaimana yang dilansir dalam laman ANTARA News, bahwa pada Minggu (22/04/2018) Macron menyatakan ia tidak ada “Plan B” dalam upayanya untuk menghentikan ambisi nuklir Teheran.

Macron sendiri tengah mengemban tugas untuk misi penyelamatan yang bisa disebut sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dimana misi tersebut akan dicampakkan oleh Trump kecuali bagi para sekutunya yang di Eropa untuk menyelesaikan sesuatu yang disebut “cacat besar” perjanjian tersebut paling terlambat pada pertengahan Mei mendatang.

Setibanya Macron di Washington, ia mengatakan, “Kunjungan ini sangat penting dalam konteks kekinian kami, dengan begitu banyak ketidakmenentuan, masalah, serta ancaman waktu.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif memberikan suaranya kepada para pemimpin Eropa guna menyokong kesepakatan nuklir tersebut.

“Pemimpin-pemimpin Eropa mesti mendorong Trump untuk tidak hanya mematuhi kesepakatan nuklir, tetapi yang lebih penting lagi memulai implementasi bagian tawar menawar dia dengan itikad baik,” tulis Zarid dalam akun Twitternya.

Kesepakatan mengenai nuklir tersebut dicapai bersama enam negara besar yang pada semuanya memiliki senjata nuklir, kecuali Jerman. Iran juga telah meninggalkan ambisi nuklirnya tersebut dengan imbalan sanksi ekonomi kepadanya yang dicabut oleh Barat.

Tak lama setelah Macron menginjakkan kakinya di tanah Amerika Serikat, pihak Gedung Putih segera memberikan pernyataan bahwa tidak ada pernyataan mengenai kesepakatan nuklir tersebut.

Dikutip dari Reuters, Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanderes, mengungkapkan, “Presiden sudah sangat jelas bahwa dia memandang kesepakatan itu kesepakatan yang buruk. Itu pastinya tidak berubah.”

Dalam sebuah program televisi “Fox News Sunday” Macron mengatakan bahwasannya akan lebih baik melindungi kesepakatan nuklir Iran itu daripada malah mencapakkannya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/704191/macron-kunjungi-as-untuk-selamatkan-perjanjian-nuklir-iran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *