Romy : Duet Jokowi Prabowo Untuk Jaga Persatuan

Presiden RI Jokowi tengah dikabarkan sedang melakukan upaya agar bisa menggandeng Ketua Umum dari Partai Geridra yaitu Prabowo Subianto agar mau dijadikan calon wakil presiden dan mendampingi Jokowi di pemilihan presiden 2019 mendatang

Suarademokrasi.com – Presiden RI Jokowi tengah dikabarkan sedang melakukan upaya agar bisa menggandeng Ketua Umum dari Partai Geridra yaitu Prabowo Subianto agar mau dijadikan calon wakil presiden dan mendampingi Jokowi di pemilihan presiden 2019 mendatang.

Mendengar hal ini beberapa pihak melakukan konfirmasi. Salah satu bentuk konfirmasi tersebut di sampaikan oleh Muhammad Romahmuerziy selaku Ketua Umum dari Partai Pembangunan. Menurut beliau yang akrab disapa Romyini, Jokowi telah dua kali melakukan penjajakan agar bisa menggandengkan Prabowo. Dikutip dari kompas.com

Romy juga memberikan penjelasan, upaya dalam menduetkan Jokowi dengan Prabowo dilakukan dengan tujuan untuk menjaga persatuan dari bangsa ini. Potensi adanya perpecahan saat ini memang semakin terlihat terutama pada saat berlangsungnya Pilkada  di DKI Jakarta pada tahun 2017 lalu.

Luhut Binsar Pandjaitan juga dikabarkan sebagai salah seorang yang berusaha dalam mendekatkan hubungan antara Jokowi dan Prabowo. Salah satunya adalah pada saat pertemuan yang dilakukan pada 6 April 2018 lalu. Salah seorang wartawan yang berasal dari Selandia Baru dan pernah bertugas pada wilayah Indonesia yaitu John McBeth, menyatakan bahwa pertemuan yang ada salah satunya berada di restoran Jepang yang ada di Hotel Grand Hyatt.

Luhut Binsar Pandjaitan pun enggak untuk memberikan komentar ketika ditanya oleh tim Kompas.com pada saat berada di Istana Kepresidenan, dilansir dari kompas.com. Tetapi sebelumnya Luhut juga tidak menampik bahwa ada pembicara tentang pilpres 2019 ketika bertemu dengan Pabrowo, hanya saja pertemuan tersebut bukanlah kapasitas sebagai utusan dari Jokowi.

Luhut tidak memberikan penjelasan secara mendetail sebab banyak sekali hal yang harus dibahas, hal itu dimulai dari hal ringan sampai persoalan kenegaraan. Luhut pun mengungkapkan bahwasanya dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengaku  akan menimbang lebih cermat sebelum dirinya memutuskan maju menjadi capres.

Wakil Ketua Umum dari Partai Gerindra yang bernama Fadli Zon justru memberikan suatu bantahan informasi yang telah disampaikan oleh John McBeth. Menurutnya, pertemuan yang dilakukan Prabowo bersama Luhut Pandjaitan adalah sebuah pertemuan yang biasa saja dan juga membicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan kelapa sawit.

 

 

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2018/04/16/19540381/prabowo-diberitakan-minta-7-kursi-kabinet-jika-jadi-cawapres-jokowi-gerindra

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *