Polemik Pembunuhan Politik Jelang Pemilu Meksiko

Sesaat setelah Magda Rubio yang menyatakan bahwa dirinya akan maju menjadi Wali Kota pada daerah kecil di Meksiko, pada telepon genggamnya muncul suara yang menakutkan.

SuaraDemokrasi.com – Sesaat setelah Magda Rubio yang menyatakan bahwa dirinya akan maju menjadi Wali Kota pada daerah kecil di Meksiko, pada telepon genggamnya muncul suara yang menakutkan.

Seperti yang dilansir dari ANTARA News, Rubio telah menerima ancaman pembunuhan tersebut sebanyak empat kali sejak bulan Januari. Penelepon  tanpa identitas tersebut selalu mengatakan, “Mundur atau mati.”

Untungnya Rubio tetap bertahan hingga saat ini dan tetap maju dalam pemilihan Wali kota Guachoci, negara bagian Chihuahua, jalur perdagangan narkotika. Untuk keamanannya, Rubio mendapat dua orang penjaga.

Dilaporkan dari Reuters, Rubio mengatakan, “Pada pukul dua dinihari, saya mulai merasa takut dan khawatir akan terjadi hal buruk.”

Menjelang pemilu nasional yang akan digelar pada 1 Juli mendatang, di Meksiko tengah merebak pembunuhan bermotif politik. Kala itu, para pemilih hendak memutuskan siapa presiden baru mereka.

Menurut perhitungan dari konsultan keamanan Elellekt, setidaknya, sedikit tapi dalam jangka waktu singkat, ada 82 calon serta pejabat negara tiba-tiba tewas sejak pemilu yang dimulai sejak September 2017 lalu. Pemilu presiden saat itu menjadi rangkaian peristiwa yang paling berdarah sepanjang sejarah.

Pekan lalu saja sudah ada empat orang politisi yang tewas. Salah satunya adalah calon petahanan Wali Kota Jilotlan de los Dolores, Juan Carlos Andrade Magana. Mayat Juan ditemukan penuh penuh dengan lubang peluru, di dalam kendaraannya di pinggiran kota, pada Minggu (15/04/2018).

Korban pembunuhan berasal dari latar belakang partai politik yang berbeda-beda. Namun kebanyakan dari mereka (korban) adalah yang mencalonkan diri sebagai pejabat lokal yang ingin jauh dari pemberitaan nasional. Sebagian besar kasus tersebut belum bisa diungkap, dan sebagian lagi adalah mereka korban penembakan, sementara itu, motif dari berbagai pembunuhan tersebut belum jelas.

Beberapa pakar keamanan angkat bicara, mereka menduga bahwa ada keterlibatan dengan geng narkoba pada pembunuhan tersebut.

Seorang professor administrasi publik, Vicente Sanchez, mengatakan bahwa beberapa kartel di Meksiko nampak bersaing dalam memperebutkan pengaruhnya di berbagai kota.

Gembong narkoba sebenarnya hanya ingin supaya orang-orang pada parlemen daerah adalah mereka yang juga “bersahabat” dengan politisi saingan lainnya yang dianggap mengancam bisnis narkoba mereka, kata Sanchez.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/702640/pembunuhan-bermotif-politik-guncang-meksiko-jelang-pemilu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *