Perang “Sopan” Kanada dan Denmark Atas Perebutan Pulau

Mayoritas Kejadian Sengketa wilayah biasanya akan mudah memicu timbulnya konflik bersenjata antarnegara yang bersangkutan tersebut.

SuaraDemokrasi.com – Mayoritas Kejadian Sengketa wilayah biasanya akan mudah memicu timbulnya konflik bersenjata antarnegara yang bersangkutan tersebut.

Namun berbeda bagi Kanada dan Denmark, perebutan wilayah bagi kedua negara tersebut tak harus berakhir pada pertikaian bersenjata yang akan banyak memakan korban jiwa.

Sebab, kedua negara tersebut sudah terlibat dalam “perang” untuk memperebutkan sebuah pulau yang terletak di lingkar Kutub Utara yang bernama pulau Hans, dimana pulau tersebut merupakan pulau yang tandus dan kecil.

Akan tetapi, sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com, sengketa wilayah antara Kanada dan Denmark tersebut bisa dikatakan sebagai “perang tersopan” dan paling ramah yang pernah terjadi di sepanjang sejarah catatan perang dunia.

Pulau Hans merupakan sebuah pulau kecil dengan luas wilayah 1,3 kilometer persegi, pulau yang terletak di Selat Nares ini adalah sebuah pulau yang tidak berpenghuni ini yang memisahkan Pulau Kanada, Ellsmere dan Greenland, wilayah seberang lautan Denmark.

Pertikaian antara Kanada dan Denmark mengenai kepemilikan pulau tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak 1930-an.

Perselisihan tersebut terjadi karena mengacu pada aturan Internasional, bahwa semua negara di dunia berhak mengklaim wilayah-wilayah yang berjarak maksimal 12 mil atau kira-kira 19 kilometer dari pesisir negara mereka.

Berhubung lebar dari Selat Nares hanya 22 mil atau 35 kilometer, hal tersebut menjadikan Pulau Hans terletak kurang lebih berada di tengah-tengah selat.

Oleh karenanya, baik negara Kanada maupun Denmark sama-sama berhak memiliki pulau tersebut. Namun, pada tahun 1993, mahakaman internasional di bawah naungan Liga Bangsa-bangsa memutuskan bahwa Pulau Hans menjadi milik Denmark.

Atas keputusan internasional itu, sempat membuat kedua negara tersebut berhenti bersengketa. Namun sayang, saat Liga Bangsa-bangsa telah bubar pada tahun 1946, semua keputusan dari organisasi tersebut gugur, tak terkecuali soal kepemilikan Pulau Hans.

Masalah perebutan pulau kecil itu muncul kembali pada 1984 ketika Menteri Urusan Greenland mengunjungi pulau Hans dan memasang bendera Denmark, dan di bawah tiang bendera tersebut terdapat tulisan pada sebuah plakat yang berbunyi “Selamat datang di Pulau milik Denmark”.

Sejak saat itu, Denmark dan Kanada terlibat dalam konflik perebutan Pulau Hans.

Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2018/04/23/15311841/berebut-pulau-kanada-dan-denmark-terlibat-perang-paling-sopan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *