Pemerintah Diminta Untuk Memperkuat Perlindungan Data Pribadi Pengguna Media Sosial Oleh Komisi I DPR Terkait Dengan Kebocoran Data Akun Facebook

Hanafi Rais selaku Wakil Ketua Komisi I DPR memberikan penilaian bahwasanya aturan mengenai adanya perlindungan data pribadi yang ada di Indonesia dirasa masih sangat lemah. Hal ini terkait dengan adanya kebocoran data yang terjadi pada para pengguna Facebook di Indonesia

SuaraDemokrasi.com – Hanafi Rais selaku Wakil Ketua Komisi I DPR memberikan penilaian bahwasanya aturan mengenai adanya perlindungan data pribadi yang ada di Indonesia dirasa masih sangat lemah. Hal ini terkait dengan adanya kebocoran data yang terjadi pada para pengguna Facebook di Indonesia.

Selain itu menurut beliau hukuman yang diberikan juga masih dirasa sangat lemah. Pernyataan tersebut disampaikan pada hari Selasa tanggal 17 April 2018 di kawasan Parlemen Senayan Jakarta.

Dari hal ini, Hanafi mendesak pihak pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo agar selanjutnya bisa lebih mempertajam aturan terkait dengan perlindungan atas hak pribadi dari data diri pengguna media sosial.

Tambahan dari Hanafi bahwasanya pihak DPR juga akan memperkuat mengenai aturan mengenai perlindungan data pribadi dari pengguna media sosial dengan beberapa undang-undang. Dengan cara ini makan pemerintah tak lagi perlu menunggu adanya proses yang rumit dari pihak Facebook serta data pribadi dari para pengguna Facebook yang ada di Indonesia bisa dipastikan akan aman.

Untuk jangka waktu yang sekarang dirinya masih meminta pihak pemerintah dalam menindak lanjuti dengan tegas pihak Facebook mengenai kebocoran data para pengguna dengan adanya undang-undang serta peraturan yang saat ini sudah ada. Dari hal ini maka Indonesia tidak perlu lagi menunggu dengan waktu yang lama untuk tahu kejadian di Inggris atau Amerika.

Dikutip dari Kompas.com dari kebocoran data yang terjadi pada Facebook ini, Indonesia berada di posisi ketiga dengan jumlah lebih dari 1 juta pengguna. Sebenarnya ada banyak negara yang mengalami kebocoran misalkan saja, Meksiko, Australia, India, Vietnam, Brazil dan juga Kanada. Namun jumlah kebocoran yang ada tersebut tidak mencapai jumlah lebih dari ratusan ribu pengguna.

Meskipun banyak data pengguna yang bocor, pihak Facebook mengatakan bahwa dirinya belum tahu dengan pasti data apa saja yang bisa bocor ke tangan Cambridge Analytica. Jumlah dari pengguna yang ada di dalam grafik ini dinilai baik dalam mencankup dari angka maksimal dari akun yang mengalami dampak satu ini. dikutip dari kompas.com.

 

 

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2018/04/17/21061061/komisi-i-dpr-minta-pemerintah-perkuat-regulasi-perlindungan-data-pribadi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *