Mulai Januari 2019 Negara Jepang Akan Terapkan Pajak Sayonara

Jepang kini akan mulai memberlakukan sistem pajak dengan nama “Sayonara” di tahun 2019 besok. Yang dimaksud dari pajak ini adalah para pelancong atau wisatawan yang berkunjung ke Jepang pasti akan dikenakan pajak pada saat pergi meninggalkan negara tersebut

SuaraDemokrasi.com – Jepang kini akan mulai memberlakukan sistem pajak dengan nama “Sayonara” di tahun 2019 besok. Yang dimaksud dari pajak ini adalah para pelancong atau wisatawan yang berkunjung ke Jepang pasti akan dikenakan pajak pada saat pergi meninggalkan negara tersebut.

Dikutip dari kompas.com, besarnya pajak tersebut adalah 1000 yen dimana setara dengan 9,37 Dollar Amerika Serikat atau 128.000 rupiah. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai tanggal 7 Januari tahun 2019.

Pajak satu ini cukup unik, karena bukan hanya para wisatawan saja yang harus membayarnya. Bahkan warga negara Jepang pun harus membayar pajak Sayonara ketika hendak pergi meninggalkan negaranya baik lewat udara maupun laut.

Pajak Sayonara merupakan sebuah bagian dari bentuk upaya Jepang untuk menaikkan pendapatan negaranya sebesar 40 Miliar yen per tahun, yang mana nantinya akan digunakan untuk menggenjot pariwisata di sana. Semua individu yang meninggalkan Jepang diwajibkan membayar pajak ini kecuali untuk usia bayi dan anak-anak. Selain itu bagi wisatawan yang berkunjung ke jepang dengan waktu kurang dari 24 jam maka tidak akan kena tarif pajak.

Menurut penyataan dari menteri keuangan negara Jepang yang bernama Minoru Kihara, bahwasanya pemerintah Jepang belum mulai memutuskan mengenai penerimaan pendapat negara yang berasal dari pajak Sayonara ini nantinya akan dipakai dalam fiskal untuk tahun 2019.

Berdasarkan laporan yang dirilis dari The Straits Times telah mengungkapkan bahwa, penerimaan yang diterima ini nantinya akan dipakai sebagai sarana untuk menggenjot jalannya pembangunan infrastruktur pariwisata serta untuk melakukan promosi dari beberapa destinasi wisata yang berada di daerah rural Jepang.

Beberapa hal yang masuk ke dalam rencana tersebut adalah layanan wifi yang tentunya akan digratiskan pada semua sarana transportasi milik publik serta digunakan sebagai implementasi dari sistem pembayaran secara elektronik.

Penerimaan yang berasal dari penarikan pajak sayonara ini nantinya juga akan dipakai untuk belanja kampanye di sektor pariwisata global. Jepang saat ini memang telah  menerima 28,69 juta wisatawan pada 2017 dan berhasil menjadi sebuah rekor baru. Adapun nantinya di tahun 2020, Jepang memiliki target untuk menerima 40 juta jiwa wisatawan. Pada tahun itu, Tokyo pun mulai jadi tuan rumah dari Olimpiade di Musim Panas.

 

 

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/12/205231626/mulai-2019-jepang-akan-terapkan-pajak-sayonara

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *