Lapor Polisi Setelah Sebulan Istri Disandera Majikan

Karena kasus penyanderaan terhadap istrinya, Iwan (34), pria yang beralamat di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, akhirnya melaporkan majikannya, DG (40), terhadap pihak kepolisian

SuaraDemokrasi.com – Karena kasus penyanderaan terhadap istrinya, Iwan (34), pria yang beralamat di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, akhirnya melaporkan majikannya, DG (40), terhadap pihak kepolisian.

Lantaran korban (Iwan) belum mampu membayar utang terhadap majikannya akibat kecelakaan kerja yang dialaminya, majikannya lantas menyandera istri korban selama sebulan.

Seperti yang dilansir dari Kompas.com, setelah Iwan melapor, polisi yang menerima laporannya tersebut segera mengevakuasi korban yang disandera serta mengamankan pelakunya (majikan Iwan).

Awal dari peristiwa penyanderaan tersebut bermula saat korban yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir yang membawa penumpang antar kabupaten itu pada Selasa (20/03/2018) lalu mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Panaikang, Kabupaten Lalu. Atas kecelakaan tersebut, Iwan diharuskan untuk membayar ganti  rugi sejumlah Rp. 16 juta untuk perbaikan kerusakan mobil majikannya.

Iwan yang kala itu masih di Mapolsek Batang, Kabupaten Jeneponto, mengatakan, “Semua biaya perbaikan saya yang disuruh tanggung, pada saya sudah bekerja sama dia (majikannya) selama 15 tahun.”

Majikan korban, DG, warga Desa Tarowang, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto ini langsung menyandera istri Iwan, Lisda (28), karena Iwan tidak mampu membayar seluruh biaya perbaikan mobil. Padahal, saat itu Lisda yang memiliki seorang putri tengah hamil tiga bulan.

Atas insiden itu, Iwan lantas mendatangi Mapolsek Batang, Kecamatan Jeneponto, pada Rabu (18/04/2018), untuk melaporkan terkait masalah yang menimpanya, dan polisi langsung bergerak mengevakuasi Lisda serta mengamankan DG setelah mendapat laporan tersebut.

“Kemarin korban melapor bahwa istrinya disandera selama sebulan gara-gara utang piutang, dan setelah kami menerima laporan kami langsung bergerak dan mengamankan pelaku serta mengevakuasi korban sandera,” ungkap Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Batang, Ipda Baharuddin, Kamis (19/04/2018).

Selama penyanderaan, Lisda mengaku, bahwa ia tinggal di rumah DG beserta istri dan anak DG. Ia juga tidak pernah mendapatkan kekerasan fisik.

“Selama satu bulan saya tinggal di rumahnya (DG), ada juga istri sama anaknya. Walaupun saya Cuma makan dan tidur, tapi saya selalu memikirkan suami dan anak,” ujar Lisda.

Atas laporan penyanderaan tersebut, DG kini masih di Mapolsek Batang untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2018/04/19/13061891/istri-disandera-majikan-sebulan-karena-utang-iwan-lapor-polisi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *