KPK Mmanggil Dua Saksi yang Terlibat Pada Dugaan Suap Proyek di Kabupaten Kebumen

KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi tengah menjadwalkan pemeriksaan atas dua orang saksi yang terlibat dalam kasus dugaan suap pada proyek yang memakai dana dari Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD dari kabupaten Kebumen di tahun anggaran 2016. Hal ini dilakukan pada hari Rabu 25 April 2018

SuaraDemokrasi.com – KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi tengah menjadwalkan pemeriksaan atas dua orang saksi yang terlibat dalam kasus dugaan suap pada proyek yang memakai dana dari Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD dari kabupaten Kebumen di tahun anggaran 2016. Hal ini dilakukan pada hari Rabu 25 April 2018.

Kedua orang yang diperiksa KPK tersebut adalah Sulchan yang berasal dari pihak kontraktor swasta serta seorang wiraswasta yang bernama Barli Halim. Dikutip dari Kompas.com, “Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk KML (Komisaris PT KAK Khayub Muhammad Lutfi),” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi.

Kaitannya dengan kasus ini, pihak KPK sudah menetapkan Bupati dari Kebumen yaitu Mohammad Yahya Fuad sebagai seorang tersangka. Fuad telah diduga mendapatkan suap dan gratifikasi yang kaitannya dengan sejumlah proyek yang memakai sejumlah Anggaran dan Belanja Daerah atau APBD Kota Kebumen di tahun 2016.

Dikutip dari kompas.com, “MYF bersama HA diduga menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa yang menggunakan APBD Kabupaten Kebumen tahun 2016,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada saat berada di Gedung KPK Jakarta, di hari Selasa tanggal (23/1/2018).

Selain Fuad, pihak KPK juga telah menetapkan dua orang yang lainnya sebagai tersangka. Mereka diantaranya adalah Hojin Anshori yang berasal dari pihak swasta serta Komisaris PT KAK Khayub Muhammad Lutfi.

Dikutip dari kompas.com, Bupati Kebumen Fuad menerima suap bersama Hojin dan juga gratifikasi dengan jumlah yang bernilai 2,3 Miliar rupiah. Aksi suap ini berhubungan dengan adanya proyek pengadaan barang dan juga jasa yang mana anggaran untuk memenuhi semuanya mereka peroleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kebumen.

Tersangka Hojin sebelumnya adalah anggota dari tim sukses Bupati Kebumen Fuad yang mana mencalonkan diri sebagai Bupati kala itu. Hojin juga diduga telah mendapatkan dan mengelola fee yang sudah diterima oleh Fuad. Adapun tersangka yang lain yaitu Khayub terduga sebagai salah seorang pemberi suap dan juga gratifikasi kepada Fuad.

 

 

 

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2018/04/25/13190751/kpk-panggil-dua-saksi-dalam-dugaan-suap-proyek-di-kebumen

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *