Kendala-Kendala Dalam Membangun Perumahan FLPP

Program Pemerintah untuk membantu menyediakan rumah layak huni dan terjangkau telah dipaparkan dalam program Sejuta Rumah. Beberapa perbaikan telah dilakukan meski belum 100% berjalan dengan baik.

Hendri Welas, Ketua Koperasi Perwiranusa menjelaskan bahwa kebijakan Pemerintah Pusat belum diikuti oleh Pemerintah Daerah. Ada Perda yang berbenturan dengan Permendagri. Ijin dipermudah dan dipersingkat, di beberapa daerah hanya sebatas slogan. Tetapi ada daerah-daerah yang sangat welcome akan hal ini, misal Kab. Sumedang dimana semua perijinan sudah online dan on schedule, jelasnya lebih lanjut.

“DP 1% hanya dapat diproses oleh BTN, belum bisa dilakukan bank lain penyalur FLPP. Itu pun dengan syarat kolektif. Jadi 1% harusnya ditulis dengan tanda bintang alias term and condition apply”, kata Hendri Welas.

Mengenai pasar FLPP, menurut Hendri Welas, kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan peruntukkan MBR. Banyak MBR itu berpenghasilan non-fix income, tetapi tidak disupport penuh oleh perbankan.

“Tukang bakso, tukang siomay, tukang cilok, tukang gado-gado, tukang pecel ayam, pedagang kaki lima, pedagang pasar, petani, nelayan dll itu MBR yg bahasanya non- bankable. Padahal mereka itulah yg sebenar-benarnya MBR, yang sangat membutuhkan rumah”, ujarnya.

Kasus-kasus tersebut yang kemudian menginisiasi pembentukan koperasi Perwiranusa untuk menjembatani agar setiap Warga Negara Indonesia berhak atas rumah subsidi.

Untuk solusinya, Hendri Welas menyatakan bahwa harus ada generasi milenial yang berani masuk di sektor ini. Perbanyak pelatihan, seminar, workshop, apapun namanya- yang tentunya harus disupport pemerintah. Karena program Sejuta Rumah tidak akan tercapai jika polanya masih seperti ini. Pemainnya masih itu-itu saja.

Kalau menurut Anda, apa saja kendala yang dihadapi dalam pembangunan perumahan FLPP?

 

One Comment on “Kendala-Kendala Dalam Membangun Perumahan FLPP”

  1. TGB insya’Alloh amanah dan punya akidah yang baik, telah 2 periode jadi Gubernur, masih muda, santun dan pandai tidak lupa
    pada rakyat nya/ ber- tanggung bjawab, menjadikan calon Presiden yang mumpuni dan dinantikan oleh bangsa Indonesia. Dari segi kwalitas telah memenuhi. 3 kriteria mendasar, yang baik, tidak:
    1. Skill, 2.knowledge dan 3, Attitude
    Dengan dukungan pengalaman dan ketegasan nya, berhasil mensejahterakan rakyat dan memiliki visi misi yg jelas sehingga dapat menyelesaikan program dengan baik, insya’Alloh jadi pemimpin yang negarawan, tidak pro golongan nya dan umbar janji2 saja, tapi amanah, Masih blm terkontaminasi Asing dan Aseng..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *