Karena Turmp, Bursa Saham Amerika Ditutup Merah

Kini Indeks Bursa Saham Amerika kembali ditutup di hari Kamis (19/4/2018) waktu AS. Hal yang menyebabkan kejadian ini adalah karena adanya kemunculan atas hasil laporan yang mana mengindikasikan tidak adanya hubungan yang dilakukan Presiden Trump dengan intervensi Rusia di dalam hasil dari Pemilu Amerika 2016 lewat hasil investigasi Special Council Robert Mueller.

SuaraDemokrasi.com – Kini Indeks Bursa Saham Amerika kembali ditutup di hari Kamis (19/4/2018) waktu AS. Hal yang menyebabkan kejadian ini adalah karena adanya kemunculan atas hasil laporan yang mana mengindikasikan tidak adanya hubungan yang dilakukan Presiden Trump dengan intervensi Rusia di dalam hasil dari Pemilu Amerika 2016 lewat hasil investigasi Special Council Robert Mueller.

Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebanyak 83,18 poin atau setara dengan angka 0,3 persen jadi 24.664,89. Disisi lain S&P 500 juga mengalami penurunan sampai 15,51 poin atau setara dengan 0,6 persen menjadi 2.693,13 sedangkan untuk Nasdaq mengalami penurunan hingga mencapai angka 57,18 poin atau setara dengan 0,8 persen jadi

7.238,06. Dikutip dari Kompas.com, sebelumnya S&P 500 dan juga Nasdaq sempat berada pada posisi yang menguat dan hal ini berlangsung selama 3 hari berturut-turut dihitung dari ari Senin (16/4/2018) waktu Amerika namun juga diiring dengan melemahnya kondisi finansial dari industri teknologi di hari yang selanjutnya.

Sementara dilihat dari harga minyak, pada saat  tersebut mulai mengalami penurunan setelah meningkat dengan signifikan pada haru Rabu (18/4/2018) waktu setempat. The Fed juga merilis adanya laporan yang mana menyatakan adanya aktivitas yang berada dalam kondisi terjaga dan juga pertumbuhan yang relatif cukup terjaga juga.

Untuk beberapa bank yang berada di Amerika, disampaikan oleh The Fed, masih mempunyai rasa khawatir atas kebijakan dari tarif Trump. Namun di sisi lain, Phillip Morris yaitu raksasa tembakau dari Amerika juga melaporkan telah mengalami penurunan paling besarnya.

Penurunan ini diketahui setelah adanya laporan mengenai pendapatan yang cukup meleset dari angka yang telah diestimasikan bahkan juga dari volume tembakau di mana terus menerus mengalami  penurunan. Dikutip dari kompas.com

Lain halnya dengan produk jenis rokok, produk lainnya juga terus mengalami pertumbuhan yang sangat lambat. Harga saham dari Philip Moris terus saja mengalami penurunan dan anjlok sampai angka 16 persen. Hal ini juga menjadi salah satu penurunan paling besarnya setelah 10 tahun melepaskan diri dari Altria Group.
Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/20/074500326/bursa-saham-as-ditutup-merah-karena-trump

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *