Janji Kerjasama Kosel dan Jepang Terkait Isu Korut

Menjelang pertemuan antar-Korea yang akan diselenggarakan pada bulan April 2018 ini, Jepang dan Korea Selatan berjanji akan bekerja sama terkait isu Korea Utara secara erat, Rabu (12/04/18)

SuaraDemokrasi.com – Menjelang pertemuan antar-Korea yang akan diselenggarakan pada bulan April 2018 ini, Jepang dan Korea Selatan berjanji akan bekerja sama terkait isu Korea Utara secara erat, Rabu (12/04/18).

Namun hal yang berbeda malah diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri mereka, yang mengatakan bahwa ia tidaklah sependapat terkait pada isu-isu lama terhadap kejahatan perang Jepang serta pulau-pulau lain yang disengketakan.

Kunjungan pertama dalam dua tahun terakhir tersebut dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono dalam yang menyambangi Ibu kota negara Korea Selatan, Seoul, membawa catatan daftar tentang isu yang ingin didorong Tokyo dalam agenda pada pertemuan tingkat tinggi antar Korea Utara dan Korea Selatan pada 27 April mendatang.

Seperti yang dikutip dalam laman ANTARA News.com, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan mengadakan pertemuan saat kegiatan diplomatik dengan Pemimpin Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan yang akan diselenggarakan di Asia timur laut, dan sejauh ini Negara sakura, Jepang sudah tidak dilibatkan lagi.

Untuk mengatasi kekhawatirannya terhadap Korea Utara yang tahun lalu telah melakukan uji coba beberapa rudal yang diterbangkan di atas wilayah Jepang dan sangat memicu kekhawatiran tentang keamanannya, Jepang terpaksa bergantung pada negara tetangga Korut, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Menurut perkataan Kementerian Luar Negeri Seoul, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha dan Menteri Kono telah sepakat berjanji agar terus melakukan kerja sama dan komunikasi guna melucuti senjata pada Korea Utara dan Membangun Perdamaian pada semenanjung Korea.

Selain itu, berdasarkan laporan dari Kantor Berita Korea Selata Yonhap, bahwa utusan Jepang yang juga bertemu dengan Presiden Moon Jae-in, mengatakan, sebelum menjelang pertemuan puncak nanti, kerja sama yang erat terkait isu Korut dikatakan “lebih penting dari sebelumnya”.

Akan tetapi, para diplomat Korsel masih terbagi menjadi dua karena masalah historis kedua negara tersebut yang belum terselesaikan hingga kini. Terkait masalah wanita Korea yang pada Perang Dunia II telah dijadikan sebagai budak seksual oleh pasukan Jepang menyebabkan buruknya hubungan antara Jepang dan Korsel selama bertahun-tahun.

Korsel juga telah mendesak Jepang untuk segera mengambil tanggung jawab moral dan hukum, sedangkan menurut Jepang, masalah tersebut telah terselesaikan saat kedua negara tersebut mencapai kesepakatan pada 2015 lalu.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/700722/korsel-dan-jepang-janji-bermitra-terkait-isu-korut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *