Depresi Nenek 70 Tahun Menjadi Korban Penipuan Abu Tours

Sitti Bunaya (70), yang beralamat di Jalan Karaeng Patingalloa Nomor 23, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, awalnya ia telah berniat untuk berangkat haji, namun karena kecelakaan yang menimpanya pada 2016 lalu saat namanya telah tercatat dalam kuota haji 2016, ia kemudian mengalihkan dana hajinya tersebut menjadi biaya umroh yang ia ambil melalui biro perjalanan Abu Tours

SuaraDemokrasi.com – Sitti Bunaya (70), yang beralamat di Jalan Karaeng Patingalloa Nomor 23, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, awalnya ia telah berniat untuk berangkat haji, namun karena kecelakaan yang menimpanya pada 2016 lalu saat namanya telah tercatat dalam kuota haji 2016, ia kemudian mengalihkan dana hajinya tersebut menjadi biaya umroh yang ia ambil melalui biro perjalanan Abu Tours.

Cece Nurjihad yang kesehariannya bekerja sebagai tukang jahit, meski dengan penghasilan yang tidak tetap, ia pun mengingat kesehatan ibunya yang telah sangat lanjut usia tersebut akhirnya mendaftarkan diri berangkat umroh menemani ibunya, Sitti Bunaya. Untuk memenuhi persyaratan, Cece lalu meminjam sejumlah uang untuk umroh kepada keluarganya.

Dilansir dari Kompas.com, meski keduanya (Sitti dan Cece) telah menyetorkan uang sejumlah Rp 34 Juta dan telah dijadwalkan untuk berangkat pada 14 Februari 2018 lalu, namun hingga saat ini keduanya malah belum diberangkatkan.

Cece sendiri sebenarnya telah mengetahui mengenai kasus yang tengah menjerat Abu Tours yang memposisikan Ia dan ibunya menjadi korban, tapi ia tetap berusaha menyembunyikan hal tersebut dari ibunya.

Hingga suatu hari, Bunayya mempertanyakan keberangkatan umrohnya kepada Cece yang telah berkali-kali mengalami penundaan. Ketika akhirnya diberitahukan bahwa menjadi salah satu korban Abu Tours, ia lantas menangis dan kerap mengangkat terus kopernya dalam rumah.

Dengan kondisi yang demikian, keluarganya terpaksa menyembunyikan koper tersebut dalam kamar untuk mengurangi kesedihan Bunayya.

Cece juga mengatakan, “Itu koper kami sembunyikan dalam kamar karena kalau tidak, selalu diangkat-angkat seperti orang yang sudah mau berangkat umroh.”

Meski bisa mengendalikan diri, Bunayya sesekali masih membaca bacaan Talbiyah dan doa-doa lain yang terdapat dalam buku panduan umrahnya.

Bunayya bahkan sering menanyakan perihal uang setorannya setiap kali ada orang baru yang berkunjung ke rumahnya.

“Mana uangku?” begitu tanya Bunayya sembari menunjuk ke arah agennya yang sedang berkunjung ke rumahnya pada Senin (16/04/18).

Untuk saat ini, Cece hanya bisa mengandalkan penghasilannya dari pekerjaan sebagai tukang jahit, berharap semoga ia dan ibunya yang telah menjanda sejak ia berusia 3 bulan akan segera berangkat umrah sebelum ajal menjemput ibunya kelak.

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2018/04/16/18160651/jadi-korban-penipuan-abu-tours-nenek-70-tahun-alami-depresi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *