China Menegaskan Bahwa Negaranya Tidak Mendukung Aksi di Militer Suriah

Pemerintah China pada Selasa, 10 April 2018 memberikan sebuah penegasan bahwa pihaknya menentang adanya aksi militer yang terjadi di Suriah pasca Presiden dari Amerika Serikat, Donald Trump memberikan ancaman dengan tegas mengenai serangan senjata kimia yang terjadi di negeri itu.

SuaraDemokrasi.com – Pemerintah China pada Selasa, 10 April 2018 memberikan sebuah penegasan bahwa pihaknya menentang adanya aksi militer yang terjadi di Suriah pasca Presiden dari Amerika Serikat, Donald Trump memberikan ancaman dengan tegas mengenai serangan senjata kimia yang terjadi di negeri itu.

Melalui juru bicara dari Kemenlu China yang bernama Geng Shuang, “Sebelum digelarnya sebuah investigasi dengan komprehensif, objektif dan juga imparsial, semua tidak diperbolehkan untuk mengambil kesimpulan begitu saja,” papar Geng Suhuang. “Pemakaian kekuatan militer ini tidak membawa China ke arah mana pun,” ditambahkan Shuang.

Negara China sangat bergantung pada minyak yang dihasilkan dari kawasan Timur Tengah, namun sudah sejak lama dirinya tidak ingin ikut campur dalam masalah sengketa regionalnya. Akhir-akhir ini China justru mulai aktif dalam perannya untuk menjadi tuan rumah pada pembicaraan di tingkat tinggi yaitu antara Suriah dengan pemberontak.

Masih dengan konsistennya, China tetap saja menyatakan bahwa krisis yang terjadi di Suriah ini memerlukan adanya solusi dari politik, namun pada waktu yang sama dan telah berulang kali justru melakukan veto mengenai revolusi DK PBB atas konflik yang ada di Suriah. Dikutip dari kompas.com.

Sebuah rancangan dari revolusi DK PBB yang ditentang oleh negara China yaitu adanya investigasi kejahatan perang yang terjadi di Suriah. Dalam sesi sebelumnya yaitu pada 9 April 2018, Trump memberikan janji untuk menanggapi secara tegas 48 jam maksimal mengenai serangan senjata jenis kimia yang ada di Kota Douma, dimana kota tersebut sedang dikuasai pemberontak Suriah. Pernyataan tersebut disampaikan pada saat rapat kabinet yang diselenggarakan di Gedung Putih.

Di sisi lain pemerintah Suriah beserta dengan sekutunya yaitu Rusia justru menyatakan adanya bantahan mengenai pemakaian senjata kimia di Kota Douma. Bahkan presiden dari negara Rusia juga kembali membuat peringatan terkait adanya provokasi serta spekulasi dari permasalahan ini.

Krisis kota Douma kini menjadi sebuah bahan pembicaraan pada saat berlangsungnya sidang darurat dari DK PBB hari Senin 9 April 2018. Di waktu sama, pemerintah AS juga telah menyebarkan ada rancangan dari resolusi guna investigasi independen mengenai serangan bentuk senjata kimia Suriah.

 

Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2018/04/10/16380841/china-tegaskan-tak-dukung-aksi-militer-di-suriah

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *