Belum Digaji, Ratusan Karyawan Meikarta Unjuk Rasa

Foto aerial pembangungan proyek kawasan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/9). Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Berkisar 400an karyawan PT Meikarya menuntut gaji 3 bulan untuk dibayarkan melalui unjuk rasa. Demo karyawan ini dibagi menjadi 2 kelompok dengan 2 lokasi unjuk rasa yang berbeda.

Unjuk rasa pertama di depan Galery Meikarta, Jalan OC Bpulevard Utara, Lippo Cikarang, Bekasi. Lokasi berikutnya di Jalan Sahid Raya, Cikarang, Bekasi di PT Baladhika Karya Raharja.

“Kami menuntut hak kami yang hampir tiga bulan belum dibayarkan dan janji komisi yang tak pula diberikan,” ujar koordinator unjuk rasa yang juga karyawan Meikarta, Yunita Puspita, dilangsir dari halaman Republika.co.id, Senin (16/4).

Pengunjuk rasa akan melakukan long march menuju lokasi permintaan hak mereka. Yunita juga menyampaikan, para pengunjuk rasa menuntut Ferry Tahir, President of Sales untuk segera diturunkan.

Yunita mengatakan bahwa PT Meikarta dan PT Baladhika Karya Raharjayang membangun megaproyek Meikarta, belum melakukan pembayaran gaji karyawan sebanyak satu bulan setengah, dari setengah gaji bulan Februari 2018 dan gaji bulan Maret 2018. Tak hanya itu, komisi tahun 2017 dan tahun 2018 belum dibayarkan.

“Ini sangat merugikan kami selaku karyawan active dan in active, berhubung dengan berlangsungnya kebutuhan hidup yang selama satu setengah bulan tidak kami nafkahi dikarenakan hak kami yang belum dibayarkan. Bahkan, ada yang hampir tiga bulan,” kata dia.

Menanggapi unjuk rasa, Direktur Komunikasi Publik Lippo Group Danang K Jati, menyatakan konsisten dalam memberikan hak berupa gaji serta apresiasi kepada team marketing-nya berupa komisi penjualan. Sama halnya dengan industri properti lainnya, Meikarta sebagai pihak swasta mempunyai peraturan intern sendiri dalam perihal gaji dan komisi penjualan.

“Apa yang dilakukan oleh Meikarta, tentu sudah sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang ada. Mengenai klaim komisi penjualan, dengan jumlah tenaga marketing begitu banyak, tentu dalam proses klaim komisi penjualan akan memerlukan waktu, baik itu untuk verifikasi data dan lain-lain,” ujar Danang seperti yang dilangsir dari Republika.co.id, Senin (16/4).

 

Danang menyampaikan, sampai dengan saat ini tidak ada komisi penjualan yang belum dibayarkan kepada yang berhak. Untuk bulan April memang belum terbayarkan, karena April masih berjalan, dan close di tanggal 28.

Sumber berita : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/18/04/16/p79kcv330-ratusan-karyawan-meikarta-unjuk-rasa-tuntut-gaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *