Batubara Menipis, Pembangkit Listrik Nasional Krisis

Pasokan Batubara PT PLN (Persero) yang diperlukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangkit listrik baik yang dimiliki swasta maupun persero yang memasok ke Pembangkit Listrik Nasional (PLN) sedang mengalami krisis atau penipisan.

SuaraDemokrasi.com – Pasokan Batubara PT PLN (Persero) yang diperlukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangkit listrik baik yang dimiliki swasta maupun persero yang memasok ke Pembangkit Listrik Nasional (PLN) sedang mengalami krisis atau penipisan.

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com, untuk saat ini, rata-rata pasokan batubara yang diterima untuk pembangkit milik PLN hanya cukup digunakan untuk delapan hari saja, kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin.

Amir Rosidin, disela-sela kunjungannya ke Gardu Induk Ungaran, pada Rabu (18/04/2018), mengatakan kepada awak media, bahwa untuk pasokan minimal batubara harus bisa untuk memenuhi kebutuhan selama 15 hari, sedangkan normalnya yaitu cukup untuk 21 hari.

Sayangnya, beberapa pembangkit listrik tersebut masih menggunakan batubara stock lama, sehingga konsekuensinya akan mempengaruhi performa pembangkit.

Kondisi kritis akan stock batubara tersebut dikarenakan perusahaan-perusahaan yang memasok batubara tidak lagi memenuhi kuota seperti yang sudah disepakati sebelumnya. Akhirnya, kini pasokan stock batubaranya menjadi sangat terbatas.

“Perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan kami, pasokannya belum sesuai dengan kesepakatan,” tutur Amir.

Akibat terbatasnya pasokan batubara pada pembangkit-pembangkit listrik tersebut, sangat erat hubungannya dengan tingginya harga ekspor jika dibandingkan dengan yang ada pada pasar domestik, ungkap Amir.

Akhirnya PLN meminta bantuan dari Kementerian ESDM mengenai masalah tersebut untuk membantu keluar dari krisis pasokan batubara yang sedang dialami di berbagai pembangkit PLN. Dengan campur tangan dari pihak pemerintah, PLN berharap agar bisa membantu menghadapi permasalahan pasokan batubara bagi perseroan.

Amir juga menambahkan, “Kami berharap Kementerian ESDM bisa membantu mengatasi permasalahan yang kami hadapi.”

Berdasarkan catatan kompas.com, diperkirakan kebutuhan PLN untuk stok batubaranya pada tahun 2018 ini mencapai hingga 90 juta ton. Pasokan batu bara tersebut dipenuhi dari alokasi perusahaan-perusahaan penambang batu bara.

Alokasi PLN untuk harga batubaranya ditetapkan senilai 70 dollar AS per ton-nya. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan yang menindaklanjuti Peraturan Pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 Tentang Harga Batubara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/19/100700926/krisis-pasokan-batubara-terpa-pembangkit-listrik-nasional

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *