Ada Lagi Ekstasi Jenis Baru! Polda Sumsel Temukan Ekstasi yang Terdeteksi Laboratorium

Ditemukan kembali ekstasi jenis baru oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan. Namun ekstasi tersebut belum bisa terdeteksi saat melewati uji laboratium forensik

SuaraDemokrasi.com – Ditemukan kembali ekstasi jenis baru oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan. Namun ekstasi tersebut belum bisa terdeteksi saat melewati uji laboratium forensik.

Pada sebuah laman yang dilansir oleh antaranews.com, bahwa Penemuan ekstasi dengan jenis baru tersebut awalnya bermula saat petugas dari Polda Sumsel membekuk dua pelaku kejahatan narkoba sekaligus. Kedua pelaku tersebut adalah Agus alias Andri (34) warga Kabupaten Wonogiri, Jawa Barat, dan Iman Darmawan (27), beralamat di Jalan Mojopahit 8, Lorong Kumpi 1 Nomor 21 RT 01, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Sebrang Ulu I, Palembang yang ditemukan membawa 1.180 butir ekstasi yang sudah siap edar.

Saat dilakukan uji lab oleh petugas untuk mengambil sampel, kandungan pada ekstasi tersebut malah tidak bisa terdeteksi mengandung narkoba. Kemudian petugas melanjutkan uji coba dengan alat khusus, setelah itu barulah bisa diketahui bahwa ekstasi pil tersebut merupakan ekstasi dengan kandungan zat yang baru.

Pihaknya (Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Pol Farma), mengatakan sebelumnya merasa ada keanehan karena kandungan senyawa pada ekstasi tersebut sangat berbeda dari jenis-jenis ekstasi pada umumnya.

Jika umumnya ekstasi mengandung senyawa metilendioksi-metamfetamina (MDMA), kali ini ekstasi jenis baru tersebut malah mengandung senyawa epilon.

“Setelah diperiksa diketahui narkoba ini bukan sejenis ekstasi, melainkan narkotika golongan I dengan senyawa epilon,” ujar Firman saat menggelar perkara di Polda Sumsel pada Selasa (10/04/18).

Menurut Farman, ini merupakan kali pertama ekstasi dengan senyawa jenis epilon. Sementara itu, pihaknya juga akan mengembangkan kasus tersebut bersama Mabes Polri. Farman juga menuturkan untuk menggali keterangan tentang bagaimana cara pembuatan ekstasi tersebut dari kedua pelaku.

Menurut Kepala Laboratorium Forensik Polri Cabang Palembang, AKBP Made Swetra, mereka juga sepemikiran bahwa senyawa epilon memang tidak biasanya terkandung dalam ekstasi. Meskipun demikian, efek dari ekstasi ber-epilon tersebut berlipat-lipat lebih memabukkan daripada ektasi yang sering dijumpai.

Made juga menjelaskan, “efeknya memacu sistem syaraf otak pusat dari reaksi kandungan aktifnya. Kurang lebih efeknya sama dengan ekstasi, seperti menimbulkan perasaan senang, memunculkan efek halusinasi dan mengurangi nafsu makan.”

 

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2018/04/10/16153181/polda-sumsel-temukan-ekstasi-jenis-baru-yang-terdeteksi-laboratorium

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *