2018 Target Naik 10 Persen untuk Ekspor Produk Busana Muslim

Ekspor busana muslim pada tahun 2018 ini ditargetkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mengalami peningkatan sebesar 10 persen. Hal tersebut karena seiring dengan meningkatnya jumlah populasi di dunia dan semakin meluasnya komoditas busana muslim

SuaraDemokrasi.com – Ekspor busana muslim pada tahun 2018 ini ditargetkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mengalami peningkatan sebesar 10 persen. Hal tersebut karena seiring dengan meningkatnya jumlah populasi di dunia dan semakin meluasnya komoditas busana muslim.

Kepada kompas.com, Minggu (22/04/2018), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, menjelaskan, “Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi kiblat fashion muslim di dunia. Untuk itu, perlu adanya dorongan ekspor produk-produk fashion muslim dalam negeri.”

Indonesia sendiri, lanjut Airlangga, telah ditargetkan akan menjadi kiblat dunia untuk fashion muslim pada tahun 2020 mendatang.

Alasan akan hal tersebut karena, kini Indonesia berada pada posisi lima besar sebagai pengekspor fashion muslim terbesar dari negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) setelah Bangladesh, Turki, Maroko dan Pakistan.

Naiknya target dari ekspor busana muslim pada 2018 ini juga diukur dari pencapaian ekspor untuk produk fashion pada 2017 lalu. Nilai ekspor produk fashion berdasarkan data dari Kemenperin secara keseluruhan pada tahun 2017 yaitu 13,39 Miliar Dollar AS atau 8,7 persen lebih tinggi dibandingkan 2016.

Optimisme akan kenaikan target produk busana muslim tersebut juga tak lepas dari dukungan riset Global Islamic Economy (GIE), dimana hasil riset tersebut memprediksi bahwa pertumbuhan pada pasar fashion muslim dunia pada tahun 2020 mendatang mencapai 327 Miliar Dollar AS.

Para desainer dan pelaku industri fashion muslim di Indonesia juga dihimbau agar terus berinovasi dan selalu meningkatkan produktivitasnya serta terus memperkuat brand-nya supaya bisa menembus pasar ekspor dunia.

Airlangga juga meyakini, jika pada industri busana muslim tersebut semakin berkembang dan tumbuh maju, nantinya akan mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan untuk sektor fashion dan perkonomian nasional di Indonesia.

Sebagaimana dikutip dari kompas.com, Airlangga menambahkan, “Saat ini, industri busana muslim diproyeksi menyerap tenaga kerja sebanyak 1,1 juta orang dari total 3,8 juta tenaga kerja industri fashion.”

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/23/053000626/ekspor-produk-busana-muslim-ditarget-naik-10-persen-tahun-ini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *